Categories
kphp kerinci

Produk Anyaman Bambu KUPS Hutan Adat Tigo Luhah Kemantan

Anyaman bambu di buat oleh kelompok kups hutan adat tigo luhah kemantan dengan berbagai variasi dalam rangka untuk meningkatkan nilai ekonomi dari pada tanaman bambu yang terdapat di hutan adat tigo luhah kemantan sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi dari anggota kups hutan adat tersebut.

Ketua kelompok kups anyaman bambu Sdr. Emi Sartika mengatakan anyaman bambu ini dibuat dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan diolah sedemikian rupa menjadi anyaman dengan tetap memperhatikan keasrian hutan yang berada di hutan adat tigo luhah kemantan.

Salah satu produk yang dibuat adalah anyaman bakul yang biasa digunakan untuk tempat beras dan tempat antaran lain nya. Harga yang dijual bervariasi tergantung daripada model anyaman nya mulai dari harga Rp. 10.000 sampai dengan harga Rp. 150.000 perbuah.

Ketua hutan adat tigo luhah kemantan Sdr. Kasmadi mengatakan bambu yang di manfaatkan untuk pembuatan anyaman ini sangat tersedia di luang lingkup hutan adat tigo luhah kemantan sendiri sehingga kelimpok bisa memanfaatkan sendiri untuk pembuatan anyaman ini.

Pendamping KUPS dan penyuluh kehutanan UPTD KPHP kerinci Unit I kec. Air hangat timur sdr. ZURLIS, SP mengatakan dengan sistem pengelolaan hutan adat yang kontinyu memang bisa memberi nilai tambah bagi anggpta kelompoknya sehingga kelompok bisa membantu ekonomi keluarga dengan baik.

Disamping anyaman bambu kelompok ini juga melakukan pengolahan produk kawa daun  atau yang biasa di kenal di daerah tersebut serbuk dadaran yang terbuat dari daun pucuk kopi sortiran yang di olah oleh kelompok tersebut menjadi kawa daun sehingga pucuk daun hasil sortiran bisa di manfaatkan dengan baik.

Kepala UPTD KPHP Kerinci Unit I ibu Neneng Susanti, S.Hut, M.Si mengatakan UPTD KPHP Kerinci Unit I akan ikut membantu dan membina kelompok kelompok kearah yang lebih baik dan kontinyu sehingga produk yang di hasilkan dapat di terima di pasaran.

Categories
kphp kerinci

Cascara Tea Kerinci

Cascara tea kerinci merupakan salah satu produk minuman yang di produksi oleh salah satu KUPS Kemantan Agung di bawah binaan UPTD KPHP Kerinci Unit I. Bahan baku yang di gunakan selalu cukup tersedia di kelompok ini yang terbuat dari kulit biji kopi.

Dalam satu bulan produksi cascara tea kerinci sebanyak 200 pics dengan harga jual Rp. 10.000,_/pics . Produk ini telah di pasarkan di semua toko oleh – oleh di Kerinci dan cafe – cafe di Pekan Baru, Medan dan juga melalui shoope pesanan dikirim ketika ada permintaan melalui media sosial.

Menurut Muhammad Hidayat dan kawan – kawan selaku produsen mengatakan minum ini sangat menggugah selera dan penuh dengan khasiat kesehatan bagi yang meminum nya.

Irma Yeti, S.E, Guru MTSN 1 Kerinci,
Pertama kali saya mencoba mengkonsumsi cascara tea Kerinci varian Jahe, ketika itu saya memiliki banyak tugas WFH, badan saya terasa pegal- pegal, setelah mencoba meminumnya, badan saya jadi terasa lebih ringan, dan aman bagi lambung  hingga saya berlangganan Cascara Tea Kerinci.

Neneng Susanti, S.Hut.,M.Si selaku kepala UPTD KPHP Kerinci mengatakan untuk tiap –  tiap KUPS yang ada di Kabupaten Kerinci  teruslah berproduksi dan berinovasi membuat produk dan kami akan ikut membantu dalam proses pemasaran nya.

Adapun teknik penyeduhan cascara tea kerinci adalah sebagai berikut
>- masukkan kantong cascara tea kerinci  ke dalam cangkir/teko
>- tuangkan air mendidih -+ 4 menit
>- angkat dan celupkan kantong beberapa kali untuk memperoleh kepekatan yang di inginkan
>- dapat di tambahkan gula, susu, lemon sesuai selera.

Categories
kphp kerinci

Neneng Susanti Kepala KPH Kabupaten Kerinci Raih Penghargaan Srikandi KPH Dedikasi Rakornas 2019 di Yogyakarta

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.8.2″ background_color=”RGBA(0,0,0,0)” background_image=”https://info.hutanjambi.id/wp-content/uploads/2021/02/ewgesgd.png” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]Explorenews Yogyakarta – Rabu, (24/07/2019) Neneng Susanti, S.Hut. M.Si (Kepala KPH Kerinci-Jambi) Kelompok Pengelolan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Kerinci Raih Penghargaan Srikandi KPH berdedikasi dari Awal Pembangunan KPH Hingga Saat Ini, Pada Acara Rakornas KPH 2019 Di Yogyakarta. Kepala KPHP Kerinci, Neneng Susanti, saat dihubunggi media ini, Mengatakan Penghargaan Ini merupakan Apresiasi Kepada KPH Kerinci yang Telah Berdedikasi dalam Pengelolan Hutan Produksi dan Melestarikan Hutan Di Kerinci – Jambi khususnya. ” Alhamdulillah KPHP Kerinci menjadi salah satu penerima penghargaan dari Bapak Sekretaris Jendral Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan bersama beberapa Gubernur terpilih dan Kadishut terpilih yang mendukung pembangunan KPH.” Ujar Neneng.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Categories
Berita kphp kerinci

KAYU MANIS KORINTJE CINNAMON

MEMBANGKITKAN KEJAYAAN KORINTJE CINNAMON

Kayu manis merupakan salah satu rempah asli Indonesia dan sebagian besar kebutuhan kayu manis dunia dipasok dari Indonesia, terutama Kerinci yang terkenal nomor satu dengan sebutan Korintje Cinnamon.

Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kerinci mendorong agar kelompok tani perhutanan sosial membuat rencana kerja dan rencana hasil pemasaran produk Hasil Hutan Bukan Kayu (NTFP), tentunya KPHP memiliki keterbatasan bila mendampingi seluruh kelompok tani terutama untuk memantau produk dan mutu kayu manis.

Untuk itu peran KpSHK dan NGO lainnya dalam memberdayakan petani terutama petani kayu manis, mengingat besarnya kebutuhan dunia terhadap Kayu Manis.

Cara pengelolaan hutan yang dikembangakan secara turun-temurun oleh masyarakat lokal di dalam dan di sekitar hutan perlu didokumentasikan agar kelak dapat dikembangkan standar produksi dan penanganan pasca-panen termasuk memenuhi unsur-unsur penghormatan terhadap HAM, juga memberi penghormatan kepada adat setempat. Hal ini mengingat Kerinci adalah lokasi endemik kayu manis spesies Cinamomum Burmani di Eropa dikenal dengan sebutan “Korintjee Cinnamon”.

#Inal-Fika(KpSHK/LTA)

Kayu Manis Korintje Cinnamon